Pilih Produk Bebas Bahan Kimia Untuk Kulit Anda

Tahukah Anda bahwa banyak produk perawatan kulit Anda mengandung bahan kimia keras yang justru merusak kulit Anda? Meski banyak produk mengatakan “alami”, isinya tidak alami. Namun, memahami sifat karsinogenik bahan kimia dalam produk perawatan kulit dapat mengubah perilaku ini. Berikut adalah beberapa bahan utama yang harus dihindari dalam produk perawatan kulit:

Parfum dan Wewangian

Hanya karena baunya yang harum, bukan berarti itu baik untuk kulit Anda. Sebagian besar wewangian berasal dari sintetis, banyak yang beracun atau karsinogenik (menyebabkan atau berkontribusi pada kanker). Wewangian mempengaruhi sistem saraf pusat dan menyebabkan depresi, hiperaktif, mudah tersinggung, dan perubahan perilaku lainnya. Label “Wewangian” dapat berarti banyak sekali bahan kimia sintetis dan beracun. Saat mencari sesuatu yang wangi, pastikan wangi dengan minyak esensial.

Alkylphenol Ethoxylates

Bahan kimia ini ditemukan mengurangi jumlah sel sperma pada hewan dan saat ini sedang ditinjau oleh EPA.

Petrolatum

Ini dikenal sebagai petroleum jelly dan merupakan minyak mineral yang digunakan dalam berbagai kosmetik. Tidak memiliki nilai gizi bagi kulit dan dapat mengganggu mekanisme pelembab alami tubuh, menyebabkan kekeringan dan pecah-pecah. Perusahaan memproduksi petrolatum karena harganya sangat murah.

Pewarnaan Sintetis – Pewarnaan Makanan FD & C

Warna membuat segala sesuatunya terlihat bagus tetapi mungkin tidak bagus untuk kulit. Warnanya seringkali merupakan warna sintetis yang terbuat dari tar batubara, mengandung garam logam berat yang menyimpan racun ke kulit, menyebabkan kulit sensitif dan iritasi. Mereka akan diberi label sebagai FD&C atau D&C, diikuti dengan warna dan nomor. Contoh: FD&C Merah No. 6 / D&C Green No. 6. Banyak warna sintetis dapat menyebabkan kanker.

Tar batubara

Ini adalah karsinogen yang dilarang bagi kami dalam kosmetik di Uni Eropa. Ini ditemukan dalam sampo ketombe, pewarna rambut, dan krim anti gatal.

Phthalates

Bahan kimia ini membuat krim cukur halus, tetapi penelitian menghubungkannya dengan toksisitas saraf dan gangguan perkembangan saraf, serta asma dan alergi. Itu juga ditemukan dalam cat kuku, parfum, dan semprotan rambut.

Sodium Lauryl Sulfate (SLS) & Sodium Laureth Sulfate (SLES)

Ini ditemukan pada benda-benda yang berbusa. Mereka diketahui menyebabkan peradangan pada kulit.

DEA (diethanolamine), MEA (monoethanolamine), & TEA (triethanolamine)

Bahan kimia yang mengganggu hormon ini sudah dibatasi di Eropa karena diketahui memiliki efek karsinogenik. Mereka dianggap menyebabkan kanker.

Triclosan

Menyebabkan kanker dan dicatat oleh EPA sebagai pestisida.

Propylene Glycol (PG) & Butylene Glycol

Ini adalah plastik petroleum yang mudah menembus kulit dan dapat melemahkan protein dan struktur sel.

Minyak Mineral (yaitu Baby Oil)

Bahan yang satu ini begitu umum pada produk perawatan kulit sehari-hari. Ini menghentikan tubuh dari kemampuan untuk menghilangkan racun, mempromosikan jerawat dan gangguan lainnya. Ini memperlambat fungsi kulit dan perkembangan sel. Berhenti meletakkan ini pada bayi kita!

Secara keseluruhan sebagai konsumen kita harus membaca label dengan cermat. Jangan membelinya karena baunya enak atau kelihatannya enak. Bacalah apa arti “baik” bagi tubuh Anda dan kemudian buatlah pilihan sehat dari produk berkualitas yang memelihara kulit yang pantas Anda dapatkan. Mempromosikan penampilan yang lebih sehat dan tangguh secara alami. Inilah saatnya Anda mengambil peran lebih aktif dalam kesehatan kulit dan menunjukkan minat untuk berinvestasi pada kulit tempat Anda berada. Selain itu, majalah harus berperan lebih aktif dalam pendidikan dan iklan produk alami yang mempromosikan kesehatan di luar maupun di dalam. tubuh.

Resimen harian untuk pembersihan dan pelembab, dan resimen mingguan untuk pengelupasan kulit sangat penting untuk kesehatan kulit setiap orang.

Penulis adalah pemilik Mikios Natural Body Scrub, sebuah perusahaan yang membuat scrub tubuh 100% garam alami yang mengelupas dan melembabkan kulit. Pemilik percaya bahwa perusahaan dan konsumen sama-sama bertanggung jawab untuk mengurangi paparan bahan kimia dan zat beracun. Sementara perusahaan dapat berhenti memproduksinya dengan menawarkan bahan alternatif, konsumen dapat berhenti membelinya dan membutuhkan produk yang lebih sehat.



oprekpc by download

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: